Rabu, 27 Februari 2013

Penghijauan dan Perubahan Iklim


“Penghijauan itu penting!” kata seorang guru pada para muridnya. Murid-murid tetap ramai berbicara satu sama lain seolah tak ada yang mendengarkan guru mereka mengatakan satu kalimat tadi. Kalimat itu yang selalu diucapkan pak guru Solihin sebelum memulai mengajar setiap hari. Itu cara dan komitmen yang diambil pak guru Solihin untuk menekankan pentingnya penghijauan sejak dini kepada para muridnya. Mungkin saat ini mereka terlihat tidak peduli, tapi pak guru satu ini percaya, kelak di kemudian hari murid-muridnya akan sadar betapa pentingnya penghijauan dan mulai mengambil tindakan untuk mulai melakukannya.

Tapi apakah sebenarnya penghijauan itu? Apakah sama dengan reboisasi atau penanaman hutan kembali? Ternyata ada juga bedanya. Reboisasi lebih menekankan pada penanaman hutan kembali. Artinya hutan yang sudah ditebang, yang sudah  tandus dan botak ditanami kembali. Reboisasi penting karena pohon itu banyak gunanya. Dari mulai pentingnya pohon untuk keseimbangan sebuah ekosistem, mengembalikan kembali habitat alam sebelumnya, hingga ke masalah yang lebih rumit yaitu global warming atau pemanasan global. Nah, ini dia yang menarik untuk dibahas. Yaitu bagaimana penghijauan bisa juga bermanfaat untuk mengantisipasi perubahan iklim yang kita rasakan saat ini.

Beda pengertian dan definisi reboisasi dan penghijauan itu bisa ditinjau dari lokasi dan jenis tanaman yang digunakan. Manan (1978) menyatakan bahwa reboisasi merupakan penghutanan kembali hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan. Kegiatan reboisasi meliputi kegiatan pemudaan pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan milik Negara atau area lain yang diperuntukkan sebagai hutan. Dengan demikian, semua kegiatan membangun hutan di area bekas tebangan atau lahan kosong lain di dalam kawasan hutan dimasukkan dalam kegiatan reboisasi.

Sedangkan penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan, terutama pada tanah milik rakyat dengan tanaman keras, misalnya jenis-jenis pohon hutan, pohon buah, tanaman perkebunan, tanaman penguat teras, tanaman pupuk hijau, dan rumput pekan ternak. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya (Manan 1976; Supriyanto,1984). Menurut Kadri dan kawan kawan (1992), upaya yang termasuk dalam rangkaian kegiatan penghijauan, yang sudah disebutkan berupa pembuatan bangunan pencegah erosi tanah, misalnya pembuatan sengkedan (teras) dan bendungan (check dam) yang dilakukan pada area di luar kawasan hutan.

Tapi apapun beda dari dua istilah tersebut hanya satu kesimpulannya. Keduanya sangat penting dan berguna terutama untuk mengantisipasi perubahan iklim sekarang ini. Bicara tentang perubahan iklim, sebenarnya apa kah perubahan iklim itu? Apa dampaknya bagi kita sehingga kita harus bisa mengantisipasinya?

Perubahan iklim berarti perubahan yang signifikan pada iklim, seperti suhu udara atau curah hujan, selama kurun waktu 30 tahun atau lebih.  Jika iklim berubah, maka rata-rata selama 30 tahun suhu udara, atau curah hujan, atau jumlah hari matahari bersinar, pun akan berubah. Sangat mudah untuk mencampuradukkan antara iklim dan cuaca. Lalu bagaimana membedakannya? Iklim adalah apa yang kita harapkan (misalnya musim dingin yang dingin) dan cuaca adalah apa yang kita dapatkan (misalnya hujan). Cuaca adalah sesuatu yang terjadi pada lapisan atmosfer pada setiap waktu: seberapa hangat, berangin, cerah atau lembab kondisi waktu itu. Iklim merupakan deskripsi dari rata-rata cuaca yang terjadi pada kurun waktu tertentu, biasanya selama lebih dari 30 tahun dibandingkan dengan variasi rata-rata dari tahun ke tahun.  Variasi mungkin terjadi karena musim panas tertentu yang panas atau musim dingin tertentu yang sangat dingin. Nah, kalau dikatakan saat-saat ini sedang berlangsung perubahan iklim, maka sedang ada perubahan yang sedang terjadi di muka bumi ini. Contoh: tadinya kita berharap (iklim) musim hujan akan berlangsung dari bulan sekian hingga sekian, namun kenyataan yang kita dapatkan (cuaca), belum sampai pada bulan tersebut justru tidak ada hujan malah panas terik yang kita dapatkan. Makin panjangnya musim panas di daerah tertentu atau musim dingin yang tak berakhir di daerah lain padahal sudah bukan waktunya lagi, itulah yang sedang terjadi di muka bumi ini.

Banyak yang menyatakan bahwa perubahan iklim disebabkan oleh efek rumah kaca. Padahal secara teori efek rumah kaca justru dibutuhkan oleh semua mahluk hidup yang berada di muka bumi ini. Tanpa efek rumah kaca  bumi akan dingin dan tak bisa dihuni. Namun yang terjadi sekarang – sebenarnya bukan baru sekarang dimulainya – adalah bertambahnya efek rumah kaca tersebut. Lebih jelasnya sebagai berikut:

Suhu udara Bumi ditentukan oleh keseimbangan antara energi yang masuk dari Matahari dalam bentuk radiasi yang terlihat (sinar matahari) dan energi yang secara konstan dikeluarkan oleh permukaan Bumi ke angkasa dalam bentuk radiasi infra merah yang tidak terlihat (panas). Energi matahari masuk ke Bumi melalui lapisan atmosfer yang transparan, tanpa mengalami perubahan, dan kemudian memanaskan permukaan Bumi.  Namun radiasi infra merah yang terlepas dari permukaan Bumi sebagian diserap oleh beberapa jenis gas di atmosfer, dan sebagian dipantulkan kembali ke Bumi.  Efek dari fenomena ini yaitu penghangatan permukaan Bumi dan lapisan bawah atmosfer.  Fenomena ini yang disebut efek rumah kaca. Gas-gas penyerap utama yang berada di atmosfer yaitu uap air (bertanggung jawab sekitar dua pertiga dari efek tersebut) dan karbon dioksida.  Metana, nitro oksida, ozon dan beberapa gas lain di atmosfer yang berada dalam jumlah sedikit juga berkontribusi pada efek rumah kaca.  Tanpa efek rumah kaca, Bumi akan, secara rata-rata, 33 derajat Celcius lebih dingin dari kondisi sekarang.

Efek rumah kaca (Sumber: BMKG)
Nah, yang terjadi saat ini adalah bertambahnya efek rumah kaca tersebut oleh bertambah banyaknya gas penyerap tadi. Darimana gas-gas penyerap atau gas-gas rumah kaca itu berasal? Kadar CO2 meningkat begitu pesat seiring dengan digunakannya bahan bakar fosil untuk transportasi dan produksi energi lainnya. Adanya penebangan hutan juga menambah banyak jumlah CO2 yang dilepas ke udara yang mungkin jika jumlah hutan tidak dikurangi, gas CO2 tersebut dapat diserap oleh tanaman/ hutan tadi.

Selain CO2 juga ada gas Metana yang dilepas ke udara oleh aktifitas manusia terkait dengan penggunaan pupuk untuk pertanian, distribusi gas alam dan pembuangan sampah. Selain CO2 dan Metana, juga ada banyak jenis gas-gas lain yang menambah volume gas penyerap yang meningkatkan efek rumah kaca. Ada Nitro Oksida dari penggunaan pupuk dan hasil pembakaran bahan bakar fosil, ada CFC dari penggunaan pendingin ruangan, ada aerosol dari penggunaan banyak produk yang menggunakan gas ini, dan lain-lain. Kesemuanya berkontribusi hari demi hari bukan semakin berkurang namun semakin banyak seiring dengan bertambah banyaknya populasi manusia di muka bumi ini.

Perubahan iklim ini sudah banyak diantisipasi oleh berbagai lembaga baik lokal maupun internasional. Salah satunya adalah Oxfam. Oxfam adalah konfederasi Internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan. Lewat Oxfam, beberapa kegiatan untuk mengantisipasi perubahan iklim telah dilakukan. Antara lain, Oxfam telah menggalang komitmen bagi negara-negara besar atau kaya untuk membantu negara kecil dan miskin dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim di negaranya. Komitmen ini masih berlanjut hingga saat ini dan Oxfam terus-menerus mengingatkan banyak negara akan komitmen ini sehingga alokasi dana berimbang untuk antisipasi perubahan iklim tetap bisa berlanjut. Lebih lengkapnya silahkan klik di sini.

Lalu bagaimana cara mudah bagi kita sebagai bagian dari masyarakat untuk mengantisipasi perubahan iklim tadi? Ikut seperti pak guru Solihin di atas boleh-boleh saja. Tapi penting juga melakukan aksi langsung. Jalan satu-satunya untuk sebuah aksi langsung adalah kembali ke penghijauan tadi. Banyak yang bisa dilakukan sebenarnya. Jika mengubah perilaku untuk mengurangi jumlah gas-gas tadi dirasa sulit, maka paling tidak, harus ada kontribusi dari setiap orang untuk penghijauan. Katakanlah 1 orang saja menanam satu pohon dan terus merawat pohon itu seumur hidupnya maka akan ada 6 milyar pohon baru di muka bumi ini. Pohon memang membutuhkan lahan untuk berkembang tapi 1 pohon tentunya lahan yang dibutuhkan akan lebih sedikit dan lebih masuk akal untuk dilakukan.

Jajaran pohon Trembesi di Jalan Raya Darmo Surabaya (Dok. Pribadi)
Yuk, mulai tanam pohon! Bukan untuk kita tapi untuk anak cucu kita di masa mendatang. Bumi ini bukan warisan untuk kita, tapi kita pinjam sementara dari anak cucu kita!

Bacaan:

Senin, 04 Februari 2013

Yuk nyanyi "Grenade"!

Sejak ditayangkannya program X-Factor di RCTI, saya jadi ternganga sendiri. Ternyata negeri ini menyimpan banyak penyanyi dengan suara khas yang potensial. Salah satunya Fatin Shidqia Lubis (mudah-mudahan namanya nggak salah tulis). Dengan gaya suara yang khas dia menyanyikan salah satu lagu Bruno Mars berjudul "Grenade". Wow..karena penasaran saya coba cari lyricnya. Itung-itung biar bisa menyimak benar suara Fatin yang udah saya unggah sebelumnya. Ini nih lyricnya para pembaca:
Sumber: viva.co.id

Oh iya sebelumnya boleh download dulu lagu ini versi Fatin di sini. Udah gitu nyanyiin deh bareng-bareng. Kalo di kantor lagi sendirian boleh nih nyanyi sambil teriak-teriak...! Yeahhh...

"Grenade"

Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all
But you never give
Should've known you was trouble
From the first kiss
Had your eyes wide open
Why were they open?

[Pre-Chorus:]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

[Chorus:]
I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, no, no, no

Black, black, black and blue
Beat me 'til I'm numb
Tell the devil I said "Hey" when you get back to where you're from
Mad woman, bad woman
That's just what you are
Yeah, you smile in my face then rip the brakes out my car

[Pre-Chorus:]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

[Chorus:]
I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

[Bridge:]
If my body was on fire
Oh, you would watch me burn down in flames
You said you loved me, you're a liar
'Cause you never ever ever did, baby

[Chorus:]
But, darling, I'd still catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, you won't do the same
You wouldn't do the same
Oh, you'd never do the same
Oh, no no no

Sumber lyric: azlyrics.com


Kamis, 17 Januari 2013

Surprise!


Sumber: www.getloans.com
Yun terlihat gelisah. Matanya melihat ke luar pintu ke sudut jalan yang tampak dari situ. Sejak semalam dia diberitahu mamanya kalau dia harus bersiap menyambut kedatangan seorang laki-laki yang mau dikenalkan dengannya. Yun agak sedikit kesal. Ngapain sih pake dikenal-kenalin. Nggak bisa ya percayakan hal ini ke diriku saja? Harus ya diintervensi orangtua untuk urusan beginian? Tapi Yun juga sadar. Tidak ada yang salah dengan itu. Beberapa waktu lalu juga sudah pernah beberapa kali dia diminta menjadi mantu oleh beberapa kerabatnya. Ada ibu-ibu di gereja yang satu pelayanan dengannya setiap bertemu Yun selalu bilang, “Kau lah Yun, jadi mantuku”, “Nanti kusuruhlah anakku main-main ke rumah dinasmu ya..” dan masih banyak lagi. Rumah dinas dokter Puskesmas itu kadang ramai hanya untuk menerima kunjungan beberapa “saudara jauh” yang ingin berkenalan. Ada yang lanjut dengan follow up yaitu telepon dan sms, ada juga yang tidak ada kelanjutannya. Sampai akhirnya Yun kadang bosan juga. Memang, ada juga satu dua lelaki yang berkeinginan keras untuk melanjutkan hubungan dengan Yun tak sekedar kenalan saja tapi langsung lanjut ke jenjang pernikahan. Tapi bukannya Yun tak mau diajak serius, namun memang tak ada satupun dari para lelaki yang mengajak hubungan serius itu yang sesuai dengan kriteria Yun.

Memang apa sih kriteria Yun untuk lelaki dambaannya? Tidak harus ganteng sebenarnya. Yang pasti cukup mapan. Paling tidak punya penghasilan lah… Masa calon suami harus bergantung ke istri nantinya? Kan repot! Selain itu, kriteria lainnya cukup klise walau sangat penting bagi Yun. Anak Tuhan, rajin memberi perpuluhan, mungkin berat badan agak ideal, wajah jangan terlalu Batak, dan segudang kriteria lainnya.

Yessi adik sepupu Yun sepertinya menangkap kegelisahan kakak sepupunya. Dia cuma senyum-senyum sambil mengganggu Yun dengan celetukan berandai-andai, “Gimana kalau yang datang itu ……. (badannya gemuk, muka Batak abis, pendek, dan lain-lain)”.
Yun makin gelisah, matanya tak lepas dari pintu yang terbuka satu sisinya. Di dapur tantenya sibuk. Instruksi dari mamanya Yun sangat jelas, beri kesan pertama yang terbaik!

***
Wil melihat struk pembayaran atm yang diberikan kakaknya. Itu tiketnya menuju Medan pulang pergi. Beberapa hari lalu Wil dihubungi oleh mamanya untuk bisa berkenalan dengan seorang gadis kenalan teman mamanya. Mungkin bukan kenalan tepatnya tapi saudara dari teman mamanya Wil, satu arisan di ibu-ibu komplek Palbatu dan sekitarnya.

Wil sebenarnya agak sungkan. Tapi mau bilang apa. Berkali-kali Wil bilang ke mamanya kalau dia masih bisa cari sendiri jodohnya tetap jodoh itu tak kunjung datang. Memang ada beberapa hubungan yang pernah dijalin Wil sebelumnya tapi kandas. Entah itu putus di tengah jalan, putus karena ada orang ketiga, atau putus karena kesibukan masing-masing sampai nggak sadar kalau sudah putus. Ada juga yang sempat ingin dibawa ke babak selanjutnya yaitu mengenalkan si jodoh dengan orang tua Wil, tapi belum diperkenalkan secara formal eh..sudah putus lagi.

Bukan kali ini saja Wil ingin dikenalkan ke kerabat dan sanak saudara. Pernah dulu dikenalkan juga ke seseorang. Hubungan terjalin juga antar orang tua lewat berbagai kesempatan. Bertemu dalam satu undangan pernikahan atau pertemuan lain yang disengaja. Sebenarnya Wil nggak terlalu suka dengan gadis yang satu ini. Dia terlalu glamour dan pergaulannya agak terlalu bebas. Tapi itu menurut penglihatan Wil.

Bandara Soekarno Hatta sudah terlihat dari jendela bis airport. Tadi Wil naik bis itu dari stasiun Gambir. Dia turun dari bis masuk dalam antrian orang-orang yang ingin terbang ke berbagai destinasi. Proses cek in tidak terlalu lama. Wil masuk ruang tunggu.
“L** 2** please board to the aircraft…”. Boarding. Harap-harap cemas Wil menyusuri lorong menuju pesawat itu. Pesawat yang akan membawanya ke Medan dari Jakarta. Bertemu seseorang yang nantinya akan menjadi ibu dari anak-anaknya….

bersambung

Senin, 07 Januari 2013

Ingatan Lama Waktu Gempa Alor 2004

Sedikit ingatan lama kembali muncul melihat koleksi foto lama di eksternal hard disk. Foto tersebut diambil saat saya ikut terlibat dalam penanganan gempa di Alor tahun 2004. Waktu itu sekitar bulan November. Hanya 1 bulan semenjak proses serah terima saya menjadi Korkab (kordinator Kabupaten) untuk program TB FIGHT di Alor.
Ikut menimbang ikan asin untuk dibagikan. Donald (kiri) tersenyum senang. 

Masih jadi dokter, yang jelas ada pasiennya he..3x
Alat medis tak lengkap bukan kendala. Tang pun dipakai.
Belum satu bulan proyek sudah diusulkan mau di freeze sementara. Wah, seru juga. Waktu itu semangat idealis masih menggebu-gebu (sekarang sudah nggak kah? he..3x). Tiada hari istirahat, tiada hari untuk mandi. Jalan dan jalan kaki terus ke desa-desa terdampak gempa. Yuk, pengobatan gratis! Siapa mau, ayo daftar!

Susah juga kalo alat terbatas gini ya...
Belum diminta buka baju, dah dibuka. Semangat ya pak?

Dari pulau ke pulau, ini dia benefit yang saya rasakan, keindahan alam!
Yang menarik adalah ketika harus menjahit luka seorang warga yang mungkin tertimpa reruntuhan gempa. Tak ada alat medis ayng lengkap, pakai tang pun jadi, asal disetrilisasi dengan baik (baik nggak ya waktu itu, lupa-lupa ingat...).

Akhirnya, selamat menikmati beberapa gambar terlampir!

Kamis, 08 November 2012

Media Sosial untuk Industri Kecil, Pentingkah?


Dalam suatu acara di salah satu televisi swasta pernah dibahas mengenai kisah sukses seorang pengusaha yang masih muda dalam memasarkan produknya yaitu keripik pedas. Saya tak mau menyebutkan nama produknya di sini nanti takut dibilang iklan. Yang pasti kota awal pemasaran keripik pedas ini ada di Bandung. Nah, kira-kira pasti pembaca sudah tahu apa nama produknya. Yang pasti bukan tentang produk itu yang akan kita bahas sekarang tetapi tentang sekelumit sejarah yang harus ditempuh si pengusaha untuk mencapai sukses hingga seperti sekarang. Dulu awalnya ia hanya menitipkan dagangannya (keripik pedas tadi) ke warung-warung. Memang hasilnya lumayan. Penerimaan pasar sangat lumayan. Tapi kemudian mentok karena pangsa pasar hanyalah orang yang berkunjung ke warung. Di kemudian hari pengusaha tersebut menggunakan teknik pemasaran yang lebih baik. Ini yang melambungkan nama produknya hingga dikenal seperti sekarang. Tak cuma di Bandung, produknya kini merambah ke kota besar lainnya.

Apa teknik pemasaran yang digunakannya? Ternyata ia menggunakan media sosial. Media sosial jenis apa? Bagaimana caranya? Apa sih kekuatan media sosial hingga bisa meningkatkan pemasaran produknya hingga seperti sekarang? Nah, itu yang satu persatu akan dipaparkan di sini.

Stelzner dalam “2012 Social Media Marketing Industry Report” menyatakan dari 3,800 marketers yang ia survei , 83% mengindikasikan bahwa media sosial merupakan hal yang penting dalam bisnis mereka. Survei tersebut juga menemukan bahwa ada 3 keuntungan yang dirasakan para marketers dalam menggunakan media sosial. Pertama, 83% marketers merasa bahwa media sosial menambah jumlah paparan produk mereka ke banyak orang. Kedua, dengan media sosial, 69% marketers merasa bahwa lalu lintas pencarian untuk produk mereka meningkat. Ketiga, 65% marketers menyatakan bahwa media sosial meningkatkan pemahaman orang akan produk mereka. 

Apa saja media sosial yang menjadi alat promosi mereka? Stelzner menyebutkan bahwa ada 5 media sosial yang paling sering digunakan untuk mendongkrak performa bisnis skala kecil hingga besar. Kelimanya adalah: Facebook, Twitter, LinkedIn, Blog, dan You Tube.

Salah satu marketers yang saya kenal, sebut saja namanya Dewi membenarkan sebagian besar hasil survei Stelzner tadi. Sebagai ibu rumah tangga yang mengandalkan pemasaran produk fashion via media sosial, Dewi kini merengguk keuntungan yang tak main-main. Omzetnya meningkat meningkat menjadi puluhan juta rupiah per bulan hanya dari penjualan online. Ada beberapa cara yang Dewi lakukan dalam memanfaatkan media sosial. Berikut ini beberapa di antaranya:
  1. Menciptakan event menarik. Sebagai pengusaha kecil produk fashion, Dewi berusaha menggelar fashion show setidaknya tiap 3 bulan. Acara fashion show ini yang kemudian disebar luaskan lewat media sosial.
  2. Membuat hari-hari diskon khusus yang tak biasa. Kalau biasanya banyak pengusaha menunggu memberikan diskon pada saat Lebaran atau Natal atau pada saat-saat yang mungkin sebagian besar sudah diketahui orang, Dewi tidak melakukan hal itu. Dewi dengan cerdas melihat hari-hari lain sebagai peluang. Misalnya, ia memberikan diskon untuk produk batik saat hari batik nasional. Diskon khusus untuk dokter pada hari dokter nasional. Atau pernah juga Dewi menghubungkan pemberian diskon dengan peristiwa khusus. Contohnya pada pemilihan presiden Amerika kemarin, Dewi memberikan diskon khusus untuk produk fashion dari Amerika.
  3. Kartu nama full informasi akun media sosial. Dalam memperkenalkan dirinya ke mitra atau ke calon pelanggan, kartu namanya yang penuh dengan logo media sosial selalu menyertai kemanapun ia pergi. Di kartu nama ini calon pembeli bisa menghubungi, melihat jenis produk, melakukan pemesanan, dan lain-lain lewat akun-akun media sosial yang Dewi punyai.
  4. Menggunakan polling untuk analisis peminatan produk. Salah satu fasilitas dalam media sosial adalah fasilitas polling yang bisa digunakan untuk menganalisis produk-produk apa yang akan diminati konsumen selanjutnya. Dewi menggunakan polling ini untuk memutuskan produk baru apa yang akan ia pasarkan selanjutnya.
  5. Ruang konsumen. Selain fasilitas polling, beberapa media sosial seperti Facebook dan LinkedIn memampukan interaksi antara pebisnis dengan konsumennya. Menciptakan bilik “ruang konsumen” dilakukan Dewi untuk memperkuat relasi dengan pelanggannya. Di ruang ini pelanggan bisa bertanya mengenai produk atau bisa juga memberikan kesaksian mengenai produk-produk yang mereka beli dari Dewi. Di ruang konsumen ini, para pelanggan bahkan bisa men-tag kenalan mereka sehingga pangsa pasar untuk produk akan semakin bertambah.
Chad Brooks di Business News Daily mengelompokkan 7 jenis media sosial yang bisa digunakan secara cuma-cuma alias gratis dalam mempromosikan bisnis terutama untuk bisnis skala kecil. Media tersebut adalah:
  1. Facebook, media ini menyediakan laman khusus untuk bisnis yang bisa diisi dengan profil produk dan hal-hal lain yang penting untuk diketahui calon konsumen. Facebook juga memungkinkan interaksi antara penjual dan pembeli.
  2. Twitter, walau hanya memuat kalimat dengan jumlah kata terbatas, twitter bisa memuat link produk yang kita paparkan secara lengkap dalam blog atau Facebook. Twitter juga memungkinkan kita mengelola laman komentar untuk produk lewat mekanisme hash tagging. 
  3. Local listing services seperti Google Places, Yahoo!Local, dan Microsoft Bing bisa jadi pilihan juga untuk melakukan promosi produk. Cukup dengan mengaktifkan lokasi, deskripsi tentang lokasi bisa berisi sedikit ulasan mengenai produk yang dipasarkan.
  4. Laman yang menyediakan fasilitas Press Release, contohnya FreePress Release, PR log, 24/7 Press Release, dan I-Newswire.
  5. Laman yang menyediakan video online. Yang paling populer adalah You Tube. Namun boleh juga mencoba Viddler, Vimeo, Dailymotion, dan UStream.
  6. Pinterest, di sini kita bisa melakukan pin ibaratnya menempelkan kertas di papan pengumuman. Yang bisa kita tempelkan biasanya link atau foto, namun ada baiknya jika menambahkan informasi yang lain. Contoh: memaparkan tentang ide pesta jika produk yang mau dipasarkan adalah event organizer, atau memberikan resep cupcakes jika produknya berhubungan dengan makanan ringan, dan lain-lain.
  7. Instagram. Bicara tentang Instagram pasti langsung terbayang tentang foto. Betul sekali. Namun jangan lupa akan fasilitas share foto yang dimungkinkan disini. Jika restoran adalah bisnis yang ingin dipopulerkan, pajanglah foto orang-orang yang sedang makan di restoran anda. Bisa juga memajang foto para model yang menggunakan produk fashion yang mau dipasarkan.
Saya tidak tahu apakah marketers yang disurvei oleh Stelzner tadi termasuk marketers dari Indonesia atau tidak. Yang pasti kekuatan media sosial sudah terbukti pada beberapa pengusaha kecil yang memulai usahanya dengan modal yang kecil pula. Sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang melakukan bisnis dari rumah karena tidak bisa meninggalkan si kecil. Ada juga yang melakukan bisnis on line sebagai pekerjaan sampingan. Yang jelas ada kemungkinan jika disurvei hasilnya tak akan jauh berbeda. Pasti sebagian besar marketers Indonesia juga akan menjawab yang serupa, bahwa media sosial itu penting bagi pertumbuhan bisnis terutama untuk bisnis skala kecil. Kalau disurvei juga khusus Indonesia, kemungkinan besar akan ada juga pengusaha level coba-coba yang mungkin masih belum mempunyai pemahaman dasar mengenai bisnis. Pengusaha level coba-coba ini yang kadang hanya melakukan listing produk saja tanpa peduli produknya akan laku atau tidak. Padahal dengan pengetahuan bisnis yang baik bisa saja peluang usahanya akan meningkat. Belum lagi jika ia mengoptimalkan penggunaan media sosial seperti yang telah kita bahas di atas.

Salah satu cara menimba ilmu bisnis adalah dengan mendaftarkan diri di sekolah bisnis. Prasetiya Mulya Business School menyediakan hal tersebut dengan segala keunggulan yang dimiliknya. Institusi ini menyediakan kelas belajar di level under graduate, graduate, dan Executive Learning Institute. Di kelas Executive Learning Institute Prasetiya Mulya Business School, pembelajaran dilakukan dalam bentuk kursus singkat yang akan memampukan peserta kursus memperoleh pengetahuan yang dalam, sistematis, dan integratif sehingga siap menjadi pelaku bisnis yang cerdas.
Industri kecil tak akan maju tanpa pebisnis yang andal dan metode pemasaran yang baik. Media sosial memungkinkan pemasaran produk yang lebih luas karena dunia maya tidak dibatasi oleh batas wilayah atau negara. Kombinasi keduanya mutlak diperlukan dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha. Pebisnis yang baik (kalau bisa keluaran Prasetiya Mulya Business School?) yang tahu cara menggunakan media sosial akan memperoleh manfaat besar dalam meningkatkan omzet dan memajukan usahanya.

Bacaan:
www.businessnewsdaily.com
Stelzner, Michael A., 2012 Social Media Marketing Industry Report, April 2012